MEMBEDAH ADOBE PHOTOSHOP

24/06/14

Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk Pemula

 

Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk Pemula

Advertisement
Fungsi Toolbox Pada Photoshop – Photoshop adalah Sebuah software yang di khususkan dan selalu berfungsi bagi Photografer atau designer untuk dapat memodifikasi suatu gambar atau foto secara profesional.  bahkan Software merupakan Software terbaik untuk saat ini dalam memproses atau modifikasi suatu obyek atau foto  yang sederhana maupun yang sulit sekalipun.
Salah satu kunci untuk mahir menggunakan photoshop adalah mengetahui fungsi-fungsi yang ada dalam photoshop diantaranya adalah tool box atau tool panel. Toolbox adalah sekumpulan alat yang sering digunakan dalam proses editing gambar yang biasanya terletak di samping kiri pada area kerja photoshop.
Berikut ini adalah tampilan dan penjelasan fungsi toolbox pada photoshop. Saya sarankan anda langsung mencobanya saat membaca artikel ini, agar lebih dipahami cara kerja dari setiap tool.
fungsi toolbox pada photoshop Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk Pemula
Selection Tool
11 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaMove Tool – Shortcut (V), alat ini digunakan untuk memindahkan posisi layer dalam satu foto ataupun memindahkan sebuah foto atau layer dalam sebuah foto ke foto yang lain / foto yang berbeda
21 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaRectangular Marquee Tool – Shortcut (M), alat ini digunakan untuk menyeleksi objek yang berbentuk kotak. Klik kanan diatas alat ini maka akan muncul alat lain dari kelompok marquee tool seperti Eliptical Marquee Tool, Single Row Marquee tool dan Single Column Marquee Tool.
31 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaEliptical Marquee Tool – Shortcut (M), alat ini digunakan untuk menyeleksi objek yang berbentuk lingkaran seperti menyeleksi lingkaran mata, ban mobil dan objek lain. Alat ini masih satu kelompok dengan Rectangular Marquee Tool.
41 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaLasso Tool – Shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas, alat ini akan membentuk seleksi sesuai dengan gerakan mouse, penggunaan alat ini sangat bergantung dengan gerakan mouse sehingga cukup sulit mengendalikan dan mencapai hasil yang maksimal.
51 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaPolygonal Lasso Tool – Shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas bersudut, alat ini membentuk seleksi melalui titik-titik point yang dibuat dengan menggunakan klik kiri mouse. Alat ini juga dapat digunakan untuk memotong dan mengubah background foto.
61 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaMagnetic Lasso Tool – Shortcut (L), digunakan untuk menyeleksi objek dengan bentuk bebas, cara kerja alat ini adalah menempel pada tepi objek yang akan dipotong ketika mouse bergerak mengelilingi tepian objek, selama proses seleksi alat ini membentuk titik-titik penghubung seleksi.
71 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaMagic Wand Tool – Shortcut (W), digunakan untuk  menyeleksi satu jenis warna (warna solid) pada foto. Alat ini dapat menyeleksi dengan pengaturan nilai tolerance atau nilai cakupan warna, semakin besar nilai tersebut maka semakin luas cakupan warna yang di seleksi.
Crop & Slice Tool
81 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaCrop Tool – Shortcut (C), digunakan untuk memotong gambar, foto ataupun canvas (kertas kerja). Pemotongan dengan alat ini dilakukan secara permanen mengubah bentuk dimensi lebar dan tinggi foto. Pemotongan dilakukan dengan menentukan area potong berbentuk kotak dari sebuah foto.
9 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaSlice Tool – Shortcut (C), digunakan untuk kebutuhan website dengan cara memotong hasil desain yang telah dibuat di Photoshop menjadi potongan yang lebih kecil.
10 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaSlice Select Tool – Shortcut (C), digunakan untuk memilih potongan pada sebuah desain yang telah dipotong sebelumnya dengan menggunakan slice tool.
Annotation, Measuring & Navigation Tool
111 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaEyedropper Tool - Shortcut (I), digunakan untuk mengambil sample warna dari sebuah gambar ataupun foto, sample warna diambil dengan cara mengklik warna target yang kemudian secara otomatis akan mengubah warna depan (foreground color) pada toolbox.
12 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaRuler Tool – Shortcut (I), digunakan untuk mengukur dimensi lebar dan tinggi.  alat ini biasanya digunakan untuk kebutuhan website seperti mengukur dan memperkirakan interface tinggi & lebar tombol, header ataupun area website lainnya. Satuan yang digunakan biasanya pixels.
13 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaNote tool - Shortcut (I), digunakan untuk memberikan catatan pada hasil desain yang telah di buat. Catatan ini berguna sebagai pengingat dalam proses pembuatan desain ataupun dapat berguna sebagai media untuk penyampaian sebuah pesan ketika bekerja secara team.
14 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaHand Tool – Shortcut (H), digunakan untuk menggeser/memindah bidang pandang foto atau gambar di dalam window view area atau dalam kondisi gambar sedang di perbesar (zoom in). Cukup tekan dan tahan tombol spasi untuk meminjam alat ini.
15 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaZoom Tool - Shortcut (Z), digunakan untuk memperbesar ataupun memperkecil tampilan foto atau gambar. Pengaturan zoom in atau zoom out dapat dilakukan melalui option bar.
Retouching Tool
16 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaSpot Healing Brush – Shortcut (J), digunakan untuk menghapus noda pada sebuah foto ataupun gambar, alat ini juga biasanya digunakan untuk menghilangkan noda di wajah ataupun menghilangkan jerawat diwajah.
17 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaPatch Tool – Shortcut (J), digunakan untuk memperbaiki foto dengan cara memanfaatkan pola yang terdapat pada foto tersebut. Perbaikan dilakukan dengan menyeleksi kerusakan area kemudian menarik seleksi tersebut diatas pola target untuk menutupi area kerusakan.
18 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaRed Eye Tool – Shortcut (J), digunakan untuk menghilangkan efek mata merah yang timbul pada foto akibat pengambilan foto dalam kondisi gelap menyebabkan flash kamera memantulkan warna merah pembuluh darah dibalik mata.
19 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaClone Stamp Tool – Shortcut (S), digunakan untuk mengambil sample dari sebuah area gambar kemudian mengkloning / menerapkan sample tersebut untuk dilukiskan diatas area foto lain berdasarkan sample foto yang diambil.
20 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaPattern Stamp Tool – Shortcut (S), Pattern Stamp Tool, digunakan untuk melukis image dengan menggunakan pola tertentu. Untuk mengaktifkan Pattern Stamp Tool Anda bisa mengklik kanan pada stamp toll di toolbox, lalu pilih Pattern Stamp Tool. Atau dengan shortcut S.
211 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk Pemula
Eraser Tool – Shortcut (E),Tool ini bisa digunakan untuk menghapus gambar, namun jika digunakan untuk menghapus dalam arti hendak memotong layer, tool ini hanya bisa diterapkan jika layer tersebut adalah layer yang tidak terkunci.
23 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk Pemula
Background Eraser Tool – Shortcut (E), digunakan untuk menghapus foto atau gambar sehingga menghasilkan layer transparant pada bagian foto atau pada area yang dihapus.
23 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaMagic Eraser Tool – Shortcut (E), digunakan untuk menghapus area tertentu dari sebuah foto atau gambar yang memiliki warna yang serupa (satu warna solid) menjadi transparan dengan satu kali klik pada area warna tersebut. Bisa dimanfaatkan untuk menghapus background satu warna.
24 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaBlur Tool – digunakan untuk menghaluskan/mengaburkanarea tertentu dari sebuah foto atau gambar. Dengan mengaburkan gambar akan memberikan kesan halus, blur juga dapat menyamarkan pixels gambar.
25 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk Pemula
Sharpen Tool – yaitu alat yang berguna untuk menajamkan gambar dan biasa diaplikasikan pada specular highlight seperti metal. Perhatikan contoh gambar dibawah ini.
26 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaSmudge Tool – digunakan untuk menggosok/mencoreng area tertentu dari sebuah foto atau gambar seolah-olah di pengaruhi oleh sapuan jari telunjuk diatas sebuah lukisan.
27 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaDodge Tool – Shortcut (O), digunakan untuk menerangkan warna di area tertentu pada gambar atau foto dengan memberikan highlights pada area tertentu hingga area tersebut tampak lebih cerah / terang.
28 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaBurn Tool - Shortcut (O), digunakan untuk menggelapkan warna di area tertentu pada gambar atau foto dengan memberikan shadow / bayangan pada area tertentu hingga tampak lebih gelap.
29 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaSponge Tool – Shortcut (O), digunakan untuk mengubah saturation di area tertentu pada area gambar atau foto.
Painting Tool
30 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaBrush Tool – Shortcut (B), digunakan untuk melukis foto atau gambar dengan goresan kuas berdasarkan warna depan (foreground color) yang telah dipilih. brush adalah salah satu alat yang penting dalam adobe photoshop
311 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaHistory Brush Tool – Shortcut (Y), digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari Image. Tool ini fungsinya hampir sama dengan Undo, Namun Undo mengembalikan semua yang kita Lakukan, Tapi dengan History Brush Tool Kalian Dapat memilih sesuatu yang ingin di kembalikan .
32 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaArt History Brush Tool - Shortcut (Y), digunakan untuk melukis image menggunakan snapshot atau state history dari image, dengan model artistik tertentu. art history brush fungsinya hampir sama dengan history brush tool namun dengan gaya artistik tertentu.
34 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaGradient Tool – Shortcut (G), digunakan untuk mengecat area yang dipilih (selected area) dengan perpaduan dua warna atau lebih. Gradient ini juga memiliki beberapa pengaturan dan tipe untuk menghasilkan efek perpaduan warna yang sesuai dengan keinginan.
35 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaPaint Bucket Tool – Shortcut (G), digunakan untuk mengecat atau mewarnai area tertentu atau layer tertentu berdasarkan warna depan (foreground color) yang telah dipilih.
Drawing and Type Tool
37 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaHorizontal Type Tool – Shortcut (T), digunakan untuk membuat teks secara horizontal. Selain alat ini ada juga Vertical Type Tool untuk membuat teks secara vertical dan type mask untuk membuat teks dalam bentuk seleksi.
381 Fungsi Toolbox Pada Photoshop Untuk PemulaPen Tool – Shortcut (P), digunakan untuk menggambar path sudut ataupun lengkung. Alat ini biasa juga digunakan untuk menyeleksi objek. Selain alat ini ada kumpulan alat lain untuk menambah titik point, mengurangi dan memodifikasi path yang telah dibuat.
Baca juga informasi tutorial kami lainnya seperti Fungsi Layer Pada Photoshop
Demikian informasi fungsi toolbox pada photoshop, semoga informasi bermanfaat untuk anda. Jika ada pertanyaan mengenai tutorial photoshop di atas, anda bisa hubungi kami di menu contact di web ini. Terimakasih anda telah mengunjungi kuliah desain dan membaca informasi mengenai.
Fungsi Toolbox Pada Photoshop

 

Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

 

Dalam tutorial ini, kita akan mencoba memanipulasi foto dengan menambahkan efek cahaya dan objek 3D. Untuk tujuan ini, kita akan bereksperimen dengan blending mode layer, menggabungkan stock abstrak 3 dimensi, dan melakukan proses transformasi. Saya juga akan memperlihatkan teknik seleksi mengkombinasikan tool pen dan Channel Alpha.

Preview

Sebelum memulai tutorial ini, silakan lihat terlebih dahulu hasil akhir yang akan kita peroleh.
Judul Tutorial

Detail Tutorial

  • Tingkat Kesulitan: Menengah, Mahir
  • Program yang Digunakan: Adobe Photoshop
  • Materi Yang Dipelajari: Proses Transformasi, Penggunaan Layer Mask, Eksperimen Blending Mode
  • Lama Pengerjaan: 1 jam

Resource yang Dibutuhkan

Untuk mengikuti tutorial ini, silakan ambil terlebih dahulu resource berikut:

Tutorial

Langkah 1: Menyeleksi Model

Langkah pertama kita adalah memisahkan model dari latarnya. Saya biasanya melakukan proses ini secara manual menggunakan tool pen. Mulai dengan membuat path baru mengelilingi bagian luar model yang akan kita ambil. Bagian badan model sangat mudah diambil menggunakan metode ini, namun helai rambutnya akan sulit. Untuk saat ini lupakan bagian itu, kita akan mengurusnya nanti.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 2

Buat path tambahan untuk melubangi model. Di baris pilihan, pilih mode Subtract.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 3

Tekan Ctrl + Enter untuk mengubah path menjadi seleksi. Di panel Layers, klik ganda Background untuk mengubahnya menjadi seleksi. Tekan Ctrl + Shift + J untuk memindahkan model ke layer baru.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 4: Menyeleksi Rambut

Ambil layer yang masih menyisakan rambut si model. Hapus bagian yang tidak dibutuhkan.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 5

Amati setiap channel. Cari channel dengan kontras rambut dan latar paling tinggi. Dalam kasus ini, ternyata Channel Red pemenangnya. Duplikasi channel Red dengan menggesernya ke atas ikon New Alpha Channel.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 6

Tekan Ctrl + I untuk membalik warna channel. Gunakan tool dodge dan burn untuk meningkatkan kontras Channel.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 7

Area yang tidak dibutuhkan –seperti sisi luar tangan– bisa langsung dibuang dengan cara melukisnya dengan hitam.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 8

Tahan Ctrl lalu klik Channel Red Copy untuk mengubahnya ke seleksi.Aktifkan kembali channel RGB, tekan Ctrl + J untuk memindahkan rambut ke layer baru. Seleksi layer rambut dan si model lalu tekan Ctrl + E untuk menggabungkan keduanya.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 9

Buat layer baru dan simpan di atas model. Ubah layer menjadi Clipping Mask dengan menekan Ctrl + Alt + G. Lukis hitam di bagian-bagian yang kuning karena pengaruh dari latar yang lama.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 10: Dodge dan Burn

Alt-klik ikon New Layer. Aktifkan Use Previous Layer to Create Clipping Mask. Pilih Blend mode: Overlay dan aktifkan Fill with Overlay-neutral color.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 11

Lukis dengan tool burn untuk menggelapkan dan tool dodge untuk menerangkan. Lakukan terus proses ini hingga kontras gambar meningkat. Di bawah Anda bisa melihat perbandingan sebelum dan setelah proses dodge dan burn.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Di bawah adalah layer yang dihasilkan. Area terang akan menerangkan gambar di bawahnya, begitu juga untuk area gelap. Area abu-abu (50% Grey) tidak akan mempengaruhi gambar.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 12: Mempersiapkan Latar

Buat file baru dan isi latar dengan warna abu-abu. Ambil tekstur beton. Lakukan transformasi (Ctrl + T), Ctrl + Shift + Alt-drag pojok bawah untuk menghasilkan perspektif lantai.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 13

Tambahkan lagi tekstur beton untuk dinding.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 15: Manambahkan Model

Ambil model dan simpan di tengah-tengah kanvas. Beri Layer Style Outer Glow dengan warna ungu.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Model akan memiliki sedikit kilauan ungu di sekelilingnya.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 16

Naikkan kontras model dengan memberinya Adjustment Layer Brightness/Contrast. Tekan Ctrl + Alt + G untuk mengubah adjustment layer ke Clipping Mask agar hanya model yang terpengaruh.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 17

Beri Adjustment Layer Hue/Saturation dengan setting seperti di bawah untuk mengubah warna baju ke ungu. Lukis bagian yang lain agar warnanya tidak ikut berubah.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Berikut perbandingan sebelum dan setelah pemberian adjustment layer.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 18

Perhatikan bahwa ada sebagian warna kuning di rambut model. Buat layer baru di atas model lalu ubah ke Clipping Mask (Ctrl + Alt + G). Lukis hitam pada rambut untuk menghilangkannya.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 19: Bayangan Model

Buat layer baru di atas latar. Lukis bayangan besar di bawah model dengan brush hitam beropacity rendah.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 20

Zoom lebih dekat pada kaki model. Lukis bayangan lebih tegas tepat di bawah kaki model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 22: Menambahkan Efek Cahaya dan Objek 3 Dimensi

Sembunyikan model terlebih dahulu. Ambil gambar di bawah dari set objek abstrak 3D. Karena latarnya hitam, kita dapat dengan mudah menghilangkannya dengan mengubah blend mode layer ke Screen.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 23

Munculkan model kembali.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 24

Ambil objek abstrak dan bola 3D dari set abstrak 3D. Simpan di belakang model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 25

Tambah beberapa objek yang sama di belakang model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 26

Aktifkan tool gradient dengan gradasi radial dari putih ke transparan. Beri Color Overlay warna ungu.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 27

Ambil gambar nebula dan simpan di belakang model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 28

Ubah blend mode layer nebula ke Screen. Hapus bagian yang tidak diperlukan sehingga diperoleh hasil seperti di bawah.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 29

Tekan Ctrl + T untuk melakukan transformasi. Klik kanan dan pilih Warp. Geser kotak warp hingga diperoleh bentuk kilauan cahaya yang unik.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 30

Ambil gambar nebula yang lain. Simpan di belakang model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 31

Ubah blend mode layer ke Screen, hapus bagian yang tidak diperlukan.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 32

Ambil render objek abstrak 3 dimensi. Lakukan proses transformasi Warp.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 33

Ubah blend mode layer ke Screen.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 34

Ulangi proses yang sama dengan gambar abstrak lain.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 35

Ubah warnanya menggunakan perintah image > Adjustments > Hue/Saturation agar sesuai dengan tema warna saat ini.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 36

Klik Filter > Blur > Gaussian Blur untuk menghaluskan cahaya yang diperoleh.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 37

Ubah blend mode layer ke Screen.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 38

Ulangi proses yang sama untuk memperoleh lebih banyak efek cahaya.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 39

Ambil objek abstrak 3 dimensi. Simpan di depan kaki. Hapus sebagian objek agar memberi kesan mengelilingi kaki.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 40

Ubah warnanya dengan memberi Adjustment Layer Color Balance agar sesuai dengan tema warna gambar. Klik ikon Clipping Mask agar adjustment layer ini hanya mempengaruhi objek abstrak saja.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 41

Buat layer baru di bawah objek abstrak. Gambar bayangan objek pada kaki. Bayangan ini akan memperkuat kesan realistis pada objek 3D.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 42

Ulangi proses yang sama untuk menambahkan objek abstrak 3 dimensi lagi pada tubuh model. Hapus sebagian objek agar terkesan mengelilingi model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 43

Gambar bayangan tangan pada objek abstrak dan bayangan objek abstrak di tubuh model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 44

Untuk memberi kedalaman, ambil objek abstrak 3 dimensi dengan ukuran cukup besar dan buramkan dengan memberi Gaussian Blur (Filter > Blur > Gaussian Blur).
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 45

Ambil gambar bola emas. Seleksi bola emas dengan tool marquee ellipse.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 46

Simpan bola ke dalam kanvas. Ubah warnanya menjadi ungu, sesuai tema warna saat ini.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 47

Gandakan bola dan beri Gaussian Blur untuk memberi kesan kilauan pada bola. Simpan kilauan di bawah aslinya.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 48

Buat layer lalu gambar beberapa garis putih. Tekan Ctrl + Alt + G untuk memasukkan garis ke dalam bola.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 49

Simpan bola di belakang model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 50

Gandakan bola dan simpan di berbagai posisi lain. Ubah ukurannya agar bervariasi.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 51

Tambahkan juga bola pada lantai. Gambar bayangan bola di lantai agar terlihat realistis.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 52

Saya ambil juga objek abstrak 3 dimensi dari WeGraphics. Simpan di atas kaki model. Hapus sebagian agar terlihat menempel pada model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 53

Lukis bayangan objek pada kaki agar terlihat realistis.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 54

Menggunakan cara seperti yang telah dijelaskan di Langkah 27, buat beberapa efek cahaya di depan model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 55

Saya tambahkan satu lagi objek abstrak 3 dimensi dan efek cahaya di tangan model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 56

Ambil objek abstrak 3 dimensi dan simpan di ujung cahaya. Hapus sebagian dengan tool eraser beropacity rendah sehingga cahaya terlihat masuk ke dalam objek. Gambar bayangan objek di lantai.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 57

Saya tambahkan lagi objek 3D dari WeGraphics dan menyimpannya di punggung model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 58

Sesuaikan warna objek dengan tema warna gambar. Beri Adjustment Layer Color Balance dengan setting berikut.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 59

Gandakan objek 3D lalu putar sedikit. Lukis bayangan pada objek abstrak kedua untuk memberi kedalaman terhadap objek abstrak pertama.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 60

Ambil objek abstrak berlatar hitam dari set abstrak 3D. Hilangkan warnanya dengan klik Image > Adjustments > Desaturate. Hapus gambar yang menutupi model. Ubah blend mode layer ke Screen.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 61

Pastikan warna depan putih. Aktifkan tool brush dengan mengaktifkan setting Scattering. Buat garis cahaya di sekitar model.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 62

Ambil gambar abstrak berlatar hitam dari set objek abstrak 3 dimensi dan ubah blend mode layer ke Screen.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 63

Buat layer baru dan simpan di paling atas. Lukis merah dengan brush berukuran besar dan hardness: 0%. Ubah blend mode layer ke Soft LIght dengan Opacity: 25%.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 64

Buat lagi layer baru dan lukis biru. Ubah blend mode layer ke Color Dodge dengan Opacity: 70%.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Langkah 65

Lukis garis ungu dan ubah blend mode layer ke Color Dodge dengan Opacity: 36%.
Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi

Hasil Akhir

Akhirnya, ambil tool crop dan potong gambar untuk memperoleh komposisi yang menarik. Di bawah adalah hasil akhir dari tutorial ini.

 

 

Manipulasi Foto dengan Efek Cahaya dan Objek Abstrak 3 Dimensi 
 
 
 

Membuat Frame Koleksi Foto

Pada manipulasi gambar foto kali ini, kita akan belajar bagaimana membuat beberapa gambar jepretan tampak menyusun sebuah foto

Kembali ke manipulasi foto, jika sebelumnya kita telah belajar membuat sebuah website dengan photoshop kali ini kita akan kembali memanipulasi foto dengan photoshop, efek yang biasa disebut sebagai college of polaroids photos ini akan kita desain sehingga cocok untuk wallpaper desktop anda.

Preview Desain

Seperti biasa, berikut hasil atau preview desain yang akan kita hasilkan.
Preview Desain

Detail Tutorial

  • Tingkat kesulitan : Pemula
  • Software yang digunakan : Adobe Photoshop
  • Materi yang dipelajari : Penggunaan layer yang baik dan Clipping mask
  • Lama pembuatan : 25 Menit

Resource

Tutorial

langkah 1 : membuka dan menduplicate foto

Buka foto war of london yang bisa anda download pada resource kolom diatas dengan photoshop.
War
Setelah foto terbuka, duplicate gambar asli dengan menekan Ctrl + J pada keyboard anda bisa mengubah namanya menjadi war of london atau sebagainya. Selanjutnya buat layer baru dibawah gambar hasil duplicate tersebut dan isikan dengan warna hitam.
menambah layer baru

Langkah 2 : Memotong gambar

Kembali buat sebuah layer baru diatas layer hitam tadi, dengan Rectangular Marquee tool buat sebuah seleksi persegi pada bagian foto, selanjutnya isikan dengan warna apapun.
Manipulasi foto
Perlu diperhatikan karena kita membuatnya dibawah layer “War of london” maka objek tersebut tidak tampak. Selanjutnya klik layer “War of london” dan tekan Ctrl + Alt + G secara bersamaan pada keyboard anda sehingga tampak gambar akan terpotong seperti gambar berikut.
clipping mask photoshop

Langkah 3 : Membuat bingkai foto

Hilangkan seleksi dengan Ctrl + D, selanjutnya buat kembali layer diatas “layer 1″ dan buat seleksi yang lebih besar dari sebelumnya dan isikan dengan warna putih.
Membuat bingkai
Kembali hilangkan seleksi dan group layer-layer diatas “layer 1″ untuk memudahkan dalam desain photoshop.
group layer photoshop

Langkah 4 : Menduplicate kumpulan foto

Duplicate group layer dengan cara klik kanan pada group dan pilih duplicate group.
layer
Selanjutnya drag bagian isi dari group hasil duplicate, perhatikan,, yang perlu anda drag dan move adalah bagian warna hitam dan putih dalam group, yakni bagian yang telah kita buat pada langkah 2 dan 3. Pindahkan dengan free transform (ctrl + t) sesuai selera anda.
Manipulasi foto
Duplicate kembali group tersebut dan drag kembali isi bagian putih dan hitam ke daerah lain sehingga menghasilkan desain seperti berikut.
psd desain

Langkah 5 : Menampilkan background dan efek foto

Jika merasa terganggu, anda dapat menghilangkan background hitam dengan mengklik icon mata pada bagian layer warna hitam tersebut, sehingga gambar background akan muncul kembali.
menghilangkan layer
Anda juga dapat menambah bayangan pada setiap foto dengan menambahkan layer style “Drop shadow” pada setiap gambar.
membuat bayang
membuat bayang

Langkah 6 : Menambahkan blur dan teks

Sekarang kita akan sedikit memberi blur pada bagian background foto agar terlihat lebih menonjol pada editan. Selanjutnya pilih layer background dan beralih kemenu filter > blur > gaussian blur dan isikan 3 radius pada kotak gaussian blur sehingga background akan terlihat sedikit buram.
menambah blur
Tambahkan pula beberapa teks pada gambar tersebut.
hasil desain

Hasil desain

hasil desain
Kolaborasi dengan manipulasi photoshop sebelumnya, anda juga dapat membuat sebuah efek gambar seperti gambar berikut.
jaka zulham
pastinya dengan mengganti layer hitam yang tidak terpakai pada tutorial diatas dengan sebuah teksture bagus.


Membuat Pop Art Image

Kemaren-kemaren banyak pesen ke facebook dan email saya yang minta dibuatin tutorial POP ART… setelah menimbang dan memutuskan akhirnya saya buatin juga deh tutorial pop art nya pake adobe photoshop tentunya Photoshop CS 3 lagi..  hehehe..
langsung aja ..
Buka gambar / foto atau Image yang akan dibuat pop art..

Double click layer background dan beri nama..

Buat layer baru, pindahkan ke paling bawah.. ini nanti fungsinya sebagai background.

Sekarang gukanan PenTool untuk menyeleksi objek yang akan dibuat POPArt.perhatikan settingan nya seperti gambar dibawah.

Kalo udah terseleksi semua.. klik kanan di area gambar pilih Make selection.

Gambar sekarang dalam keadaan terseleksi.. Karena kita mau menghilangkan background nya.. kita harus menyeleksi object di belakang gambar.. Klik Select > inverse , Lalu ketan tekan delete

hasil remove background :

Dulikat layer gambar atau layer object dengan menekan CTRL + J, otomatis akan terbentuk layer baru dengan nama Object copy.
Buat duplikat nya menjadi hitam putih.. tekan CTRL + SHIFT + U untuk desaturate ( membuat hitam putih ) atau klik Image > Adjustment > Desaturate.

Klik kanan layer object copy > Duplicate layer

karena kita pilih NEW maka akan terbentuk dokumen baru … ini nanti kunci untuk membuat popart nya..

di dokumen baru ..
klik Image > adjustment > shadow/highlight

*Shadow highlight ini fungsinya nanti untuk memberikan efek detail pada warna-warna yang gelap.. misal rambut..
Klik Image > Adjustment > Threshold

Geser-geser slidernya supaya dapet gambar yang bagus dengan detail yang bagus juga..
Klik Filter > Blur > Gaussian Blur

Klik Image > Mode > Grayscale

Klik Image > mode > Bitmap
Klik Flatten Layer

Halftone screen nya diset seperti dibawah :

bagus kan hasilnya..
Sekarang kita musti membuat Mode image menjadi RGB …
Klik Image > mode > Grayscale

Klik Image > Mode > RGB

Kalo udah jadi RGB sekarang kita bisa export ke dokumen yang sedang kita garap.. caranya ?
Klik kanan layer background > Duplicate layer , Dokumen nya pilih file dokumen yang sedang kita garap..

Keliatan background putihnya.. Trim bagian background putih nya..cara nge TRIM nya..
gerakan kursor mouse ke antara layer background dan layer object copy sambil tekan tombol ALT.
kalo udah keliatan ada 2 lingkaran putih dan hitam..klik .. itu namanya nge TRIm..  :D

kalo bener ngerjain nya background putihnya akan hilang..
Sekarang tinggal proses pewarnaan aja ..
Mewarnai cuman menggunakan Brush tool aja kok.. jadi gak ribet..
Buat layer baru di paling atas
Layer mode nya pilih MULTIPLY..
warna pake warna kulit sesuai kode di gambar
Warnai daerah muka dan badan, kalo ada tangan, warnain juga.

dengan cara yang sama , warnain bibir nya, jangan lupa buat layer baru yah

Sekarang warnain Highlight Rambut

Terakhir warnain baju nya

Sekarang warnain background nya… pilih layer paling bawah…
warnai pake Paint bucket TOOL , warna terserah aja ..sesuka hatimu lah hehehehe…

Dan hasilnya setelah di CROP :

 


Menggambar Blackberry Torch

Tutorial ini memperlihatkan proses pembuatan dengan sangat detail. Setiap goresan brush diperlihatkan secara lengkap.
Menggambar Blackberry Torch dengan Photoshop dan Illustrator
Menggambar Blackberry Torch dengan Photoshop dan Illustrator

Plus Pembuatan Ikon di Illustrator

Semua ikon di layar Blackberry dibuat di Illustrator. Ini memastikan kualitas ikon tetap tajam. Selain hasilnya lebih bagus, proses pembuatan ikon di Illustrator lebih mudah daripada di Photoshop.
Menggambar Blackberry Torch dengan Photoshop dan Illustrator
Menggambar Blackberry Torch dengan Photoshop dan Illustrator

Disertai Tips Menggambar

Dalam tutorial ini, Anda akan belajar banyak tips menggambar objek secara realistis.
Menggambar Blackberry Torch dengan Photoshop dan Illustrator

Hasil Akhir

Menggambar Blackberry Torch dengan Photoshop dan Illustrator

 

Membuat Foto Bergaya Polaroid

Tutorial Photoshop - mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu polaroid, Polaroid adalah sebuah merek dagang dari sebuah Kamera di Indonesia di kenal dengan nama kamera langsung jadi, kelebihan dari Kamera Polaroid ini dapat memproses foto sendiri di dalam badan kamera setelah dilakukan pemotretan. dan kekurangan dari kamera ini ialah tidak memiliki negatif film. Jepretan pertama dengan menggunakan kamera polaroid dilakukan oleh Dr Edwind Land pada tahun 1944. udah tahu kan apa itu Kamera Polaroid.

Efek Polaroid

berikut di bawah ini akan saya jabarkan langkah-langkah edit foto untuk mendapatkan hasil efek foto polaroid

STEP 1

Seperti biasa buka dech foto yang akan kita beri efek polaroid. disini penulis contohkan dengan menggunakan foto ini : Download
kemudian crop foto tersebut dengan ratio 
width : 1.1  Height : 1.11 Resolution : -


kira-kira ukuran crop nya seperti ini


Step 2

Buka lock Layer Background, cara nya klik 2X pada Layer background, isikena sembarang nama pada New Name Layer. Crop kembali layer background yang sudah di buka lock nya dengan Ratio
width : 660  Height : 800 Resolution : -

Step 3

buat layer baru ( ctrl + shift + n ) lalu isikan warna putih ke dalam layer baru tersebut dengan menekan ( Shift + Backspace ) sebelumnya jangan lupa atur warna Foreground dengan warna putih. pindahkan posisi layer yang berwarna putih di bawah layer foto

 

Efek Vintage pada Foto

 Lama juga vakum gak posting di Blog. Sebenarnya ini tutorial lama, hanya saja langkah dan tekniknya saya perbaiki dan tingkatkan lagi. Sengaja saya menggunakan Photoshop CS3 untuk tutorial ini karena beberapa waktu yg lalu saya menginstal CS3 d kompi, tp bagi para pengguna Photoshop CS2 atau sebelumnya gak perlu kawatir, utorial ini bs d terapkan jg kok. Baiknya kita langsung aja ke langkah tutorialnya.

Kita akan melakukan teknik editing tanpa merubah sedikitpun image aslinya. Buka image yg akan di edit. Pilih Layer -> New Adjusment Layer -> Brightness/Contras. Tambahkan Nilai kontrasnya menjadi 30.
vintage-effect_irenkdesign_dian-sastro vintage_irenkdesign1
Buat New Gradient Map Layer dengan cara Layer -> New Fill Layer -> Gradient. Pilih gradient Violet, Orange. Kurangi Opacitynya menjadi 15% saja.
vintage_irenkdesign2
Layer -> New Adjusment Layer -> Exposure. Atur Nilai Gamma menjadi 0.80.
vintage_irenkdesign3
Layer -> New Adjusment Layer -> Brightness/Contras. Ubah nilai Brightness menjadi 19.
Layer -> New Fill Layer -> Solid Color. Isi dengan warna #00f6ff. Rubah Mode Layernya ke Overlay dan Opacity 10%
vintage_irenkdesign4
Buat lagi, Layer -> New Fill Layer -> Solid Color. Isi dengan warna #00d480. Rubah Mode Layernya ke Overlay dan Opacity 8%
Buat sekali lagi, Layer -> New Fill Layer -> Solid Color. Isi dengan warna #009ced. Rubah Mode Layernya ke Overlay dan Opacity 5%
Buat New Gradient Map Layer. Atur warna gradientnya seperti gambar berikut. Ubah Mode Layernya menjadi Screen dan Opacitynya 25% saja.
vintage_irenkdesign5
Pilih Layer -> New Adjusment Layer -> Brightness/Contras. Tambahkan Nilai kontrasnya menjadi 50.
Doubel Klik pada layer yang bersangkutan jika kita ingin mengubah pengaturannya. Inilah hasil akhir yang didapat, selamat mencoba dan berkreasi…..
vintage_irenkdesign_layeroverviw
vintage_irenkdesign_hasil

 

Manipulasi wajah dengan photoshop

Bahan :

Tehnik yang dibutuhkan :
  • Selection
  • Masking
  • Color Correction
Posting kali ini berdasarkan Request Teman Kaskus di Thread Untuk Yang Lagi Belajar Photoshop  Post 68

STEP 1
Perhatikan hanya bagian muka foto cover DVD 17 again, pada bagian dahi tertutup rambut hampir 100% dahi tertutup rambut hingga mengenai alis sebelah kiri, ini merupakan patokan kita dalam mengganti muka, agar tampak real kita akan menyeleksi hanya bagian muka saja.


STEP 2
Buka Foto yang akan kita pindahkan muka nya, disini saya contohkan dengan foto adek saya, kemudian seleksi bagian muka nya saja, dengan menggunakan Lasso Tool


di Step 1 kita sudah memiliki sebuah patokan seleksi, yang hanya menyeleksi bagian muka saya tanpa menyeleksi bagian dahi juga bagian leher, setelah bagian ini terseleksi, kita pindahkan area muka yang seleksi inio ke foto Cover DVD 17 again, banyak cara memindahkan bagian seleksi, dengan Move Tool, atau pun dengan cara Drag and Drop ke Foto 17 again, tapi disini saya akan mencontohkan memindahkan bagian seleksi dengan cara Copy - Paste, agar perbendaharaan tehnik anda mejadi kaya
Tejan [Ctrl] + [C] pada keyboard. di foto yang akan anda ambil muka nya, setelah area muka nya terseleksi. lalu pindah ke area kerja foto 17 again, kemudian tekan [Ctrl]+[V].
Hasilnya akan seperti ini


akan terdapat layer baru yang bernama layer 1 di atas layer background pada foto cover DVD 17 again

STEP 3
Ubah ukuran layer 1 hingga menyamai muka Cover DVD 17 Again, dengan cara Klik Layer 1 pada pallete Layer Kemudian [Ctrl] + [T] ( Free Transform )

Kurang lebih seperti ini, setelah sesuaikan

STEP 4

Lakukan Masking pada Layer 1, klik add Layer Mask pada pallete Layer, kemudian Reset Foreground dan Background Color dengan menekan Tombol [D] Pastikan Foreground Color nya berwarna Hitam dan Background color nya berwarna Putih, kemudian Pilih Brush Tool, atur diameter dan hardness Brush dengan cara, klik kanan pada area kerja saat Brush Tool aktif disini Saya Contohkan Diameter 60 px dan Hardness Brush 0%
STEP 5
Sembunyikan area yang akan kita hilangkan pada Layer 1 dengan Brush Tool pastikan brush tool berwarna hitam


Hampir selesai, tinggal menyamakan warna muka Layer 1

STEP 6
sekarang kita samakan warna muka Layer 1 dengan Layer Background, pindahkan area kerja pada pallete layer di layer 1 ke Layer Thumbnail, perlu di ingat sebelumnya kita bekerja pada Layer Mask Thumbnail di Layer 1, sekarang kita akan bekerja pada Layer Thumbnail di Layer 1, cara memindahkan nya cukup dengan Klik 1 X Layer Thumbnail pada Layer 1


Lalu Pilih Color Balance pada Menu Bar : Image > Adjusment > Color Balance


Perhatikan warna muka Cover DVD 17 Again, warna muka nya tampak sedikit merah kekuning-kuningan, ini adalah patokan warna kita. kembali ke Color Balance, Tambahkan Warna Merah +41 Magenta -28, kemudian Yellow -22
STEP 7
Atur tingkat Kecerahan Layer 1, dengan Brightness / Contrast, masih tetap di menu Bar : Image > Adjustment > Brightness / Contrast, Masukkan Nilai Brightness +18 dan Contrast +10
Saya rasa disini sudah Cukup, Penyempurnaan Lain nya tinggal bagaimana kita berexplorasi


Maka demikianlah beberapa yang bisa ane kumpulin, mudah2an makin banyak para master photoshop yang dengan ikhlas menularkan ilmu-ilmu mereka dalam rangka mencerdaskan kehidupan rakyat. Amin.

 

 

 

 

 

Read more ...

FUNGSI BLOG

23/06/14
Web Log atau yang sering juga disebut BLOG adalah sebuah diary atau catatan-catatan pribadi yang disimpan secara online dan umumnya bersifat terbuka bagi siapa saja yang ingin membacanya. bisa juga berisi kutipan dari sumber lain yang sengaja dipublikasikan kembali dalam satu tempat.
Blog juga sama dengan situs-situs atau web yang sering Anda temui di internet. Materi dan konten merupakan kebebasan penuh dari sang pembuat blog. tentu saja sangat disarankan lebih ke arah membagi pengetahuan yang bermanfaat.

Fungsi dan Kegunaan Sebuah Blog
Dengan memiliki Blog, kita dapat melatih kemampuan dalam menyampaikan suatu informasi atau hal-hal yang ingin kita sampaikan kepada orang lain dengan tanpa bermaksud menggurui atau sok tahu tentang apa yang kita ketahui kepada pembaca. Dengan memiliki Blog, kita dapat memperoleh banyak ide yang didapat dari berbagai sumber yang memberikan komentar atas tulisan yang kita terbitkan di Blog yang kita buat dan akan menjadi pacuan semangat kita dalam menggali pola pikir yang kreatif dan positif tentang apa yang dapat kita lakukan dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Sudah banyak orang-orang yang meraih kesuksesan hanya dengan memiliki sebuah Blog, karena Blog bersifat terbuka bagi siapa saja sehingga dapat juga dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis mereka secara online diantara sela-sela karya tulisan yang mereka terbitkan dan disukai banyak orang yang mencari dan membacanya. Dengan Blog juga kita dapat memiliki banyak teman dari berbagai daerah dan negara yang terdapat kesamaan kaitannya dengan isi Blog yang kita buat.
Belakangan ini, fungsi sebuah Blog tidak hanya sebagai sarana membagi informasi dan kutipan yang sifatnya umum, namun lebih cenderung sebagai sarana promosi penjualan atas sebuah produk atau juga Program suatu Bisnis. Sah-sah saja, sangat disayangkan pula munculnya bermacam Blog yang mengedepankan konten kurang mendidik, ataupun konten-konten dewasa yang berpotensi memperburuk pola pikir daripada aspek mendidiknya.
Kecanggihan teknologi saat ini seharusnya mampu menjembatani keterbatasan pengetahuan bermanfaat antar sesama, jadi gunakanlah secara bijak apa yang bisa anda lakukan melalui media Blog.

Demikian sedikit pembahasan tentang apa Definisi dan kegunaan dari Blog.
Semoga bermanfaat.
Read more ...

CARA MENGGUNAKAN BLOG

23/06/14
  Untuk membangun sebuah blog tentunya kita memerlukan sebuah template. Saat ini blogger ingin memudahkan penggunanya dengan mengeluarkan fitur baru THE BLOGGER TEMPLATE DESIGNER. Entah kenapa ada yang kurang suka menggunakan fitur ini. Padahal menurut saya pribadi ini sangat bermanfaat guna mengawali membangun sebuah blog.
Untuk sobat yang baru membuat blog saya sarankan menggunakan fitur ini. Mungkin ada sobat blogger yang bertanya-tanya,kenapa waktu login ke blogger link untuk fitur ini tidak muncul ?? Ini karena kita login melalui www.blogger.com.
Agar link untuk fitur ini muncul sobat harus login melalui http://draft.blogger.com.
Di bawah ini adalah gambar perbedaan antara login lewat www.blogger.com dan lewat http://draft.blogger.com.
Tampilan ketika kita login lewat www.blogger.com
Tampilan ketika kita login lewat http://draft.blogger.com

Jika sudah login lewat http://draft.blogger.com sobat klik saja pada Rancangan.
Maka sobat akan melihat keterangan gambar seperti di bawah ini.

Kemudian klik pada perancang template, maka sobat akan di arahkan di mana sobat bisa memilih template dan dengan mudah mendesainnya.
Untuk lebih jelasnya sobat bisa langsung menuju ke tkp untuk memulai mengotak-atik template yang sobat pilih.
Read more ...

SEJARAH BERDIRINYA BLOGGER

23/06/14
Blogger.com atau blogspot.com adalah salah satu layanan penyedia blog terbesar yang dimiliki oleh Google. Blog merupakan singkatan dari "web log" adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Blog juga dikenal dengan Website Gratis.

Blogger sebenarnya adalah sebuah sistem publikasi blog (blog publishing system) yang pada awalnya dibuat oleh Pyra Labs pada tanggal 23 Agustus 1999 dan merupakan sebuah dedicated blog-publishing tool pertama kali yang diperuntukkan untuk membantu mempopulerkan format tersebut.

Pada bulan Februari2003, dikarenakan kepopulerannya, akhirnya Pyra Labs diakuisisi oleh Google. Akuisisi ini menyebabkan fitur premium yang sebelumnya dikenakan biaya, kemudian berubah gratis.

Pada tahun 2004, Google mengenalkan layanan barunya “Picasa”, yaitu sebuah aplikasi untuk mengorganisir dan mengedit foto digital. Layanan ini kemudian diintergrasikan dengan utility sharing foto Hello ke dalam layanan Blogger, sehingga memungkinkan seorang pengguna Blogger untuk memposting foto-foto mereka ke dalam blog yang dibuatnya.

Pada tanggal 9 Mei 2004, “Blogger” mendesain ulang tampilan utamanya, berbagai perubahan dilakukan di dalam Blogger dengan menambahkan berbagai fitur seperti web standards-compliant template, halaman arsip individu untuk posting, komentar dan posting menggunankan email.

Pada tanggal 14 Agustus2006, “Blogger” meluncurkan rilis terbaru dalam “versi beta” dengan kode “invader”, bersamaan dengan rilis versi Gold. Ini membuat berpindahnya pengguna Blogger ke server Google dan disertai dengan ditambahkannya beberapa “fitur baru” di dalamnya.

Dalam bulan Desember 2006, akhirnya versi terbaru Blogger tersebut tidak lagi dalam “versi beta” dan dalam “bulan Mei 2007″, Blogger telah benar-benar berpindah ke server Google.
Read more ...

MEMBANGUN JARINGAN KOMPUTER

11/06/14
Device Yang Dibutuhkan Dalam Pembangunan Jaringan Kompute

      Untuk membangun jaringan baik berbasis Microsoft Windows Server 2003, Windows 2000 Server maupun Workgroup berbasis Windows XP atau Windiws Vista ada beberapa hal penting dan merupakan kebutuhan wajib alias harus ada. Komponen-komponen yang dimaksud adalah hardware untuk membangun jaringan itu sendiri. Yang dimaksud hardware adalah perangkat keras yang meliputi beberapa komponen Komputer Server, Komputer Client, NIC, HUB, Switch, Kabel, dan lain-lain.

Sebagai gambaran berikut ini akan diuraikian secara singkat keperluan minimal untuk membangun sebuah jaringan komputer.

1. Perangkat Keras

Untuk jaringan komputer atau LAN (Local Area Network) sederhana mengandung beberapa komponen atau perangkat keras yang sangat penting dan merupakan kebutuhan utamanya. Perangkat keras yang dimaksud antara lain adalah:

* Komputer yang akan digunakan sebagai Server
* Beberapa komputer untuk workstation
* NIC (Network Interface Card)
* Wireless LAN
* HUB atau Swicth yang mendukung F/O
* Swicth Wireless
* Kabel UTP
* Kabel Telepon
* Conector RJ45 dan RJ11
* VDSL Converter
* UPS jika diperlukan

Peralatan tersebut merupakan kebutuhan standar dan harus ada untuk sebuah jaringan. Kemudian apabila jaringan komputer di kantor Anda akan ditingkatkan atau lebih besar lagi harus ditambah beberapa hardware lain seperti:

* Repeater
* Bridge
* Router
* Gateway

Seperti telah dijelaskan di atas komponen jaringan, misalnya untuk Warnet atau jaringan di kantor yang hanya melibatkan beberapa gedung perkantoran yang jaraknya antara 100 – 1000 Meter serta memiliki node sekitar 10 sampai 200 unit komputer. Dengan beberapa komponen tersebut Anda sudah bisa membangun jaringan. Untuk mengetahui masing-masing komponen tersebut berikut akan dijelaskan secara singkat dan sederhana.

1.1. NIC (Network Interface Card)

Yang saya maksud NIC dalam buku ini adalah kartu jaringan atau LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya ditanam atau dipasang di setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan. Jaringan ini tidak terbatas pada LAN (Local Area Network) saja bisa juga Workgroup.

Sesuai perkembangan teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian ada tiga hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu tipe kartu, jenis protokol, tipe kabel yang didukungnya.




 contoh GambarNIC

1.1.1. Tipe NIC

Sesuai perkembangan komputer PC dan mainboardnya, maka tipe slot atau expansion slot juga bermacam-macam, mulai ISA, PCI dan AGP. Namun untuk kartu jaringan ini saya hanya menjelaskan 2 tipe saja, yaitu PCI dan ISA.

Pada saat membeli komputer khususnya komputer rakitan, tidak semua slot terisi. Slot yang kosong ini dapat digunakan untuk memasang beberapa kartu tambahan, seperti kartu suara, modem internal, dan kartu jaringan.

Untuk membedakan slot ISA dan PCI mudah saja. Jika casing komputer dibuka, di bagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI, dan slot yang berwarna coklat umumnya slot AGP.

1.1.2. Jenis Protokol NIC

Saat ini dikenal beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan, di antaranya Ethernet dan Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Namun dalam buku ini dibatasi hanya menjelaskan dua protokol saja, yaitu Ethernet dan Fast Ethernet.

Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan transfer data yang didukungnya hanya sampai 10Mbps saja. Saat ini perusahaan, instansi pemerintah dan juga Warnet-warnet sudah mulai menggunakan jenis Fast Ethernet. Karena selain sudah mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda.

Selain itu ada juga kartu jaringan jenis combo. Jenis ini mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Begitu juga dari sudut pengkabelan jenis combo ini mendukung kabel jenis Coaxial dan UTP.

Komputer jenis notebook yang beredar tidak semuanya sudah terpasang kartu jaringan. Untuk itu apabila notebook pimpinan Anda menginginkan koneksi ke jaringan dan belum terpasang kartu jaringan, maka Anda harus mempersiapkan kartu jaringan jenis PCMCIA. Kartu jaringan ini pemasangannya tidak terlalu sulit, cukup dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook dan tidak perlu dibongkar atau covernya dibuka. Cukup ditancapkan dari bagian pinggir atau depan dari notebook tersebut.

Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play. PNP ini sudah sangat populer, karena setiap kita menambah hardware baru secara otomatis akan dikonfigurasi oleh komputer. Begitu juga oleh operating sistemnya. Namun demikian untuk memastikan kartu jaringan Anda Plug and Play baca di manual atau tanyakan pada penjualnya.

1.2. HUB atau Concentrator

Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa Node atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.

Jika akan dilakukan pengembangan HUB juga bisa dihubungkan ke HUB berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub lain. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.

Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di bawahnya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara manual.

Perlu diketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan HUB yang membentuk jaringan disebut "Shared Ethernet." Pada jaringan seperti itu, setiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwidth jaringan yang ada. Umpamanya jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 20 unit komputer yang semuanya menggunakan sistem operasi Windows 95/98, maka secara sederhana jika semua komputer yang terhubung ke jaringan tersebut bersamaan mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing user tersebut hanya 0.5 Mbps.

Pada jaringan yang menggunakan topologi bus, ada juga perangkat sejenis yang mirip HUB namanya repeater (pengulang). Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari client ke server atau sebaliknya lebih cepat apabila jarak antara client atau workstation ke server lebih jauh. Dengan repeater ini jaringan dan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.


contoh Gambar HUB



1.3. Bridge (jembatan)

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet). Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.



contoh gambar Bridge
1.4. Switch

Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward.

Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut "collapsed backbone."

Saat ini perusahaan umumnya memilih jaringan Ethernet 10 Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100 Mbps untuk koneksi ke server. Biasanya merka menggunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa port 10 Mbps untuk koneksi ke komputer client dan 1 port 100 Mbps untuk koneksi ke server atau komputer yang dianggap sebagai server.

contoh Gambar Switch

1.5. VDSL

VDSL (Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port) merupakan suatu alat atau piranti yang digunakan sebagai converter dari kabel UTP (RJ45) ke kabel telepon (RJ11). Dalam hal ini apabila Anda akan menghubungkan jaringan LAN atau Intranet antar gedung yang jaraknya kurang lebih 500 meter masih memungkinkan dengan penambahan piranti VDSL ini. Masalah kecepatan transfer data tergantung merk VDSL yang digunakan. Bahkan untuk saat ini mulai banyak beredar dipasaran jenis VDSL yang kecepatannya bisa diatur sesuai keinginan (manageble).

Jaringan komputer khususnya LAN kini sudah menjadi kebutuhan. Namun kadang-kadang yang menjadi kendala adalah ketika jaringan harus menyebrang jalan, melintasi gedung, bahkan tidak sedikit merka membangun LAN sendiri-sendiri, padahal masih dalam instansi atau perusahaan yang sama. Sebenarnya teknologi untuk keperluan tersebut sudah sejak lama diperkenalkan, seperti Wireless, Fiber Optic, VDSL, dan lain-lain. Namun apabila menggunakan F/O biaya yang diperlukan tidak sedikit, begitu juga dengan wireless. Dengan demikian salah satu alternatif untuk membangun LAN yang melibatkan banyak gedung dengan biaya murah adalah dengan memanfaatkan VDSL ini.

Seperti halnya F/O harus menggunakan sepasang converter, Wireless juga harus sepasang, begitu juga dengan VDSL juga harus sepasang. Satu dipasang di Swicth atau HUB yang berhubungan dengan Server dan satunya lagi dipasang di Swicth atau HUB yang ada di Client atau di lokasi lain.



contoh Gambar VDSL

1.6. Wireless

Wireles ini bermacam-macam merk dan jenisnya. Namun dalam buku ini tidak akan menjelaskan merk dan jenis dari Wireless tersebut, yang pasti ada Wireless yang sudah terpasang di komputer ada juga sebagai tambahan. Bahkan untuk komputer notebook atau Laptop yang sudah memasang logo Mobile Technology secara otomatis sudah ada Wirelessnya. Saat ini memang teknologi WiFI sudah menjadi trend dan kebutuhan untuk jaringan komputer bergerak atau mobile.

Untuk memanfaatkan Wireless yang sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan Anda harus memiliki HUB atau Swicth yang ada fasilitas Wirelessnya. Hub, Swicth atau Router yang sudah medukung fasilitas Wireless ini kini mulai banyak digunakan. Berikut ini contoh Wireless yang mendukung berbagai fasiitas yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antara komputer yang memiliki NIC Wireless atau NIC biasa, serta mendukung Wide Area Network.

contoh Gambar Wireless

1.7. Router

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.

contoh Gambar Router

1.8. Kabel untuk jaringan

Saat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan. Kabel UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik adalah yang populer dan banyak digunakan.

Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis Coaxial. Namun sesuai perkembangan HUB atau Concentrator penggunaan kabel ini pun mulai berkembang dan kabel UTP yang dipilih, karena selain harganya tidak terlalu mahal namun kemampuannya bisa diandalkan.

Kabel jenis lain yang sempat populer awal tahun 1990-an adalah kabel coaxial. Kabel jenis ini hampir sama seperti kabel antena televisi. Kabel lain yang juga sangat populer adalah Fiber Optik (F/O). Kabel jenis ini sangat mahal harganya, tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi.

1.8.1. Twisted Pair Cable (UTP)

Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded. Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.

Twisted-pair (dikenal juga sebagai 10 BaseT) cocok untuk jaringan kecil, sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network.

Pada twisted-pair network, komputer disusun membentuk suatu pola star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted-pair yang tersentral pada HUB, contoh jaringan seperti ini seperti terlihat pada gambar 3.

Twisted-pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coax karena HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan kecepatan transmisi. Bahkan dengan HUB ini bisa dirangkai menjadi suatu jaringan yang besar.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori, dari kabel twisted-pair. Category 5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompatibilitas yang tinggi, dan yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10 Mbps network, dan Fast Ethernet. Anda dapat membeli kabel Category 5 yang telah dibuat, atau membuatnya sendiri.

Kabel Category 5 dapat dibeli atau dibuat baik yang straight-through atau crossed. Suatu kabel Category 5 memiliki 8 kabel kecil yang masing-masing memiliki kode warna di dalamnya dari ujung ke ujung. Hanya kabel kecil 1, 2, 3, dan 6 yang digunakan oleh Ethernet network untuk komunikasi. Walaupun hanya 4 kabel yang akan digunakan, tetapi masing-masing 8 kabel semuanya terhubung ke jack.

Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan komputer ke HUB. Kabel Crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB (ada beberapa pengecualian: beberapa jenis HUB memiliki up-link port yang telah dicross secara internal, yang mana memungkinkan Anda melakukan uplink HUB dengan suatu straight cable sebagai gantinya).

Pada suatu kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada satu ujung juga di kabel 1, 2, 3, dan 6 pada ujung lainnya. Pada suatu kabel crossed, urutan dari kabel diubah dari ujung yang satu ke ujung lainnya: kabel 1 menjadi 3, dan 2 menjadi 6.

Untuk menggambarkan urutan kabel mana yang nomor 1, pegang RJ-45 tip dengan bagian tembaganya menghadap pada Anda sesuai gambar berikut.

contoh Kabel UTP

1.8.2. Coaxial Cable

Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN meskipun lebih mahal dan lebih sukar penggunaannya dibandingkan twisted pair. Kabel ini memiliki bandwith yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband. Thick Coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada jaringan instalasi Ethernet antar gedung. Dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan menggunakan repeater.

Thin coax (dikenal juga sebagai 10 Base 2) adalah cocok untuk network rumah atau kantor, dengan dua atau tiga komputer. Kabel ini mirip seperti kabel antena TV, harganya tidak terlalu mahal dan mudah pemasangannya.

Kabel jenis ini proses pemasangannya menggunakan konektor BNC. Pada jaringan jenis ini untuk menyambung ke masing-masing komputer menggunakan konektor T (T-connector) dan setiap ujungnya menggunakan terminator atau penutup (50 ohm) jika tidak menggunakan HUB.
contoh Coaxial Cable

1.8.3. Fiber Optic (F/O)

Jaringan yang menggunakan F/O ini memang sangat jarang digunakan. Biasanya hanya perusahaan besar saja yang menggunakan jaringan dengan media F/O. Karena harganya relatif mahal dan proses pemasangannya lebih sulit.

Namun demikian, jaringan yang menggunakan F/O ini dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan lagi. Kecepatan pengiriman data dengan media F/O ini lebih dari 100 Mbps dan bebas dari pengaruh lingkungan (noise).

contoh kabel Fiber Optic (F/O)

1.8.4. Kabel Telepon

Beberapa tahun belakangan ini mulai banyak digunakan kebel telepon untuk jaringan komputer (LAN). Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan jaringan antar gedung. Biasanya kabel yang digunakan untuk menghubungkan antar gedung ini jenis yang cukup kuat dan dilengkapi dengan kawat baja, sehingga kalau dibentang tidak patah.

Biasanya kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung (out door) ini dilengkapi dengan 3 kawat, 2 kawat yang akan digunakan seagai penghubung data dan satu kawat digunakan agar tidak putus apabila kawat tersebut dibentang. Akan lebih baik jika ujung dari baja sebagai penguat tersebut dihubungkan ke grounding agar apabila terjadi petir tidak akan bermasalah. Jadi pada intinya hanya dua kawat yang ada dalam kabel tersebut yang digunakan.

1.8.5. Memilih jenis kabel

Untuk membangun suatu jaringan umumnya yang menjadi masalah adalah yang berhubungan dengan pemilihan kabel. Karena kabel merupakan kebutuhan pokok dari suatu jaringan.

Perlu diketahui, kabel yang sudah tertanam biasanya tidak akan diangkat atau dipindahkan kecuali dalam keadaan terpaksa. Oleh karena itu, perencanaan yang matang untuk menentukan jenis kabel ini mutlak diperlukan. Jika kita salah mengambil keputusan, maka suatu saat apabila akan ada pengembangan masalah kabel ini menjadi kendala.

Untuk itu saya menyarankan apabila akan membangun suatu jaringan tentukan jenis kabel yang akan digunakan dengan asumsi bahwa jaringan tersebut bisa berjalan dengan baik sampai 10 tahun atau lebih. Dengan demikian tentukan jenis dan kualitas kabel ini sebelum Anda memutuskan untuk menginstalasi jaringan.

Selain itu, masalah yang berhubungan dengan kabel ini tidak hanya jenisnya saja, masalah yang berhubungan dengan kecepatan dan jarak akses data juga perlu dipertimbangkan. Untuk itu berikut ini saya jelaskan beberapa jenis kabel, jarak terjauh yang didukung oleh jenis kabel tertentu, dan sebagainya.

2. Piranti Lunak

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa piranti lunak yang dimaksud dalam buku ini adalah software termasuk sistem operasi yang digunakan dalam membangun suatu jaringan, baik jaringan berbasis Windows (Workgroup atau Client Server) maupun sistem operasi lain. Namun dalam buku ini saya membatasi hanya menggunakan sistem operasi produk Microsoft, yaitu keluarga Microsoft Windows.

2.1. Sistem Operasi

Operating sistem yang digunakan dalam buku ini adalah Microsoft Windows Server 2003, Microsoft Windows XP dan WIndows Vista untuk Client. Namun demikian Anda juga bisa menggunakan Microsoft Windows 2000 Server dan Microsoft Windows 2000 Professional, karena pada prinsipnya sama dan buku ini masih tetap bisa digunakan. Disarankan untuk saat ini sebaiknya sistem operasi server yang digunakan adalah Microsoft Windows Server 2003 dengan client Windows Vista atau Windows XP.

Bagi Anda yang ingin membangun jaringan kecil dengan Workgroup, bisa menggunakan sistem operasi Microsoft Windows XP, Windows Vista atau Windows 2000 Professional.

2.2. Program Aplikasi

Program aplikasi yang digunakan bebas. Namun saya menyarankan gunakan beberapa aplikasi saja, seperti untuk mengolah kata, mengolah angka, mengolah data, dan aplikasi grafik yang diperlukan.

Selain aplikasi tersebut Anda juga bisa menambah aplikasi lain apabila komputer Anda dilengkapi Scaner. Aplikasi yang saya maksud adalah aplikasi yang mendukung pengolahan gambar hasil scaner tersebut.

2.3. Program Internet Sharing

Agar semua komputer yang terkoneksi ke jaringan LAN bisa berinternet seluruhnya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas Internet Sharing. Microsoft Windows Server 2003, Windows Vista, Windows XP, sudah menyediakan fasilitas untuk Internet Sharing Connection (ICS) dan ICF (Internet Connection Firewall). Namun demikian Anda juga bisa menggunakan apliksi lain yang disediakan penyelenggara atau ISP.

2.4. Program Untuk Internet

Program yang dimaksud di sini adalah program untuk menjalankan fasilitas yang berhubungan dengan Internet. Sehingga dengan program ini pemakai atau semua user bisa menggunakan fasilitas seperti browsing, chating, e-mail, dan sebagainya.

Program yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

* Microsoft Internet Explorer
* Microsoft Outlook
* Windows Messanger








Sekian.....semoga bermanfaat.......
Read more ...